Butuh Dimengerti, Inilah Ketentuan Kambing yang Dapat Disembelih buat Akikah

Kala balita berumur 7 hari, orang tua disunahkan buat melakukan akikah. Rasulullah saw bersabda,” Seluruh anak digadaikan dengan akikah, dia disembelihkan fauna( kambing ataupun domba) pada hari ketujuh semenjak kelahirannya, diberi nama, serta dicukur rambut kepalanya.”( HR. Tirmidzi)

Secara sebutan, akikah dimaknai bagaikan ajaran Rasulullah saw buat balita yang baru dilahirkan serta dari sebagian prosesi semacam mencukur rambut balita, membagikan nama, serta menyembelih kambing.

Buat menghidupkan sunah Rasulullah ini, orang tua tidak boleh sembarangan memilah kambing yang hendak disembelih. Kambing tersebut wajib penuhi kriteria yang sudah didetetapkan bagi syariat Islam. Di antara lain merupakan:

1. Lumayan umur paket aqiqah

Minimun, kambing telah berusia satu tahun, baik yang jantan ataupun betina. Oleh karenanya, kambing yang masih kecil tidak boleh disembelih.

2. Tidak cacat

Cacat dalam perihal ini misalnya buta( baik buta total ataupun sebagian), sangat kurus, pincang, serta lain sebagainya. Oleh karena itu tidak legal berakikah dengan kambing yang kuping serta ekornya terpotong lebih dari sepertiga, ompong, serta pula edan.

3. Dimasak terlebih dulu saat sebelum dibagikan

Perihal inilah yang membedakan antara akikah serta kurban. Daging akikah diajarkan buat dimasak terlebih dulu baru setelah itu dibagikan kepada orang lain serta dapat langsung dinikmati. Sebaliknya daging kurban diberikan dalam keadaan mentah.

4. Jumlah kambing bergantung tipe kelami anak

Jumlah kambing yang buat prosesi akikah bergantung pada tipe kelamin anak. 2 ekor kambing buat balita pria serta satu ekor kambing buat balita wanita.

Tetapi, bagi jumhur ulama yang melaporkan kalau akikah hukumnya sunah muakad, hingga untuk orang tua yang kurang sanggup diberi keringanan. Salah satu keringanannya merupakan lumayan menyembelih satu kambing walaupun balita yang diakikahkan merupakan pria.

Begitulah Islam membagikan rambu- rambu kalau kala komsumsi hewan, walaupun telah jelas kehalalannya, senantiasa tidak boleh asal- asalan.

Baca Juga : Tips Membeli Tempat Sampah

Allah Swt berfirman,” Hai orang- orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik- baik yang kami bagikan kepadamu.”( QS. Al- Baqarah ayat 172)